CONTINUAL SERVICE IMPROVEMENT
PENGERTIAN
CONTINUAL SERVICE IMPROVEMENT
Memahami makna CSI kadangkala dirasakan tidak
mudah, karena pada beberapa literatur memberikan makna yang berbeda dan sampai
saat ini tidak ada definisi yang baku. Menurut AS/NZS ISO 14001:2004, CSI
adalah proses yang berulang untuk meningkatkan di lingkungan sistem manajemen
untuk mencapai perbaikan di lingkungan kinerja secara keseluruhan dan konsisten
dengan menerapkan kebijakan dilingkungan organisasi (AS/NZS ISO 14001:2004,
2004). Juergensen berpendapat bahwa CSI merupakan sebuah filosopi bahwa deming
digambarkan hanya terdiri dari inisiatif peningkatan yang meningkatkan
keberhasilkan dan berkurangnya kegagalan (Juergensen, 2000). Disisi lain,
AS/NZS ISO 9001:2000 mengatakan bahwa tidak ada yang baku mengenai definisi CSI
itu sendiri namun AS/NZS ISO 9001:2000 menyatakan bahwa organisasi harus terus
meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu melalui kebijakan mutu, sasaran
mutu, hasil audit, analisis data, tindakan perbaikan dan pencegahan serta
adanya tinjauan dari sisi manajemen (AS/NZS ISO 9001:2000, 2000).
Tujuan
Continual Service Improvement
Tujuan dari tahap CSI
menurut tahapan siklus di ITIL adalah untuk menyelaraskan layanan TI dengan perubahan
kebutuhan bisnis dengan mengidentifikasi dan melaksanakan perbaikan layanan TI
yang mendukung proses bisnis. Kegiatan perbaikan ini mendukung pendekatan
siklus hidup melalui service strategy, service design, service transition dan
service operation. CSI selalu dapat mencari cara untuk meningkatkan efektivitas
pelayanan, efektivitas proses, efektivitas biaya.
Tujuan
CSI adalah (OGC, 2011) :
1.
review,
menganalisis, memprioritaskan dan membuat rekomendasi mengenai peluang
perbaikan diri setiap tahap siklus hidup: service strategy, service design,
service transition dan service operation serta CSI itu sendiri
2.
mereview
dan menganalisa pencapaian tingkat pelayanan
3.
mengidentifikasi
dan melaksanakan kegiatan spesifik untuk meningkatkan kualitas layanan TI dan
meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses yang memungkinkan
4.
meningkatkan
efektivitas biaya dalam memberikan layanan TI tanpa mengorbankan kepuasan
pelanggan
5.
memastikan
metode manajemen yang berlaku untuk mendukung kegiatan perbaikan terus menerus
6.
memastikan
setiap proses memiliki tujuan yang jelas dan pengukuran yang mengarah pada perbaikan
yang ditindak lanjuti
7.
memahami
apa yang diukur, mengapa diukur, dan apa hasil yang diharapkan.
Cakupan
Continual Service Improvement
ITIL CSI memiliki empat panduan utama,
yaitu (OGC, 2011):
1.
perbaikan
secara keseluruhan ITSM sebagai suatu disiplin
2.
penyesuaian
secara terus menerus dari portofolio layanan dengan kebutuhan bisnis saat ini
dan akan datang
3.
kematangan
dan kemampuan organisasi, manajemen, proses, dan orang-orang dalam menggunakan
layanan
4.
perbaikan
yang berkesinambungan dari semua aspek layanan TI dan layanan aset yang
mendukung mereka.
Untuk menerapkan CSI mencapai keberhasilan, kegiatan
yang penting diketahui untuk mendukung kegiatan CSI adalah sebagai berikut
(OGC, 2011):
1.
meninjau
informasi manajemen dan tren untuk memastikan bahwa layanan memenuhi tingkat
yang disepakati
2.
meninjau
informasi manajemen dan tren untuk memastikan bahwa output dari proses mencapai
hasil yang diinginkan
3.
secara
berkala melakukan penilaian kematangan terhadap proses kegiatan dan peran yang
terkait untuk menunjukkan perbaikan atau sebaliknya
4.
secara
berkala melakukan audit internal untuk memverifikasi dan proses kepatuhan
karyawan
5.
meninjau
penyampaian berdasarkan kesesuaian
6.
secara
berkala mengusulkan rekomendasi untuk peluang perbaikan
7.
secara
berkala melakukan survei kepuasan pelanggan
8.
memperhatikan
tren bisnis dan perubahan prioritas dan mengikuti perkembangan proyeksi bisnis
9.
melakukan
layanan eksternal dan internal untuk mengidentifikasi peluang CSI
10. mengukur dan mengidentifikasi nilai yang
diciptakan melalui perbaikan CSI.
Kegiatan ini tidak harus secara langsung bisa
diterapkan, organisasi atau setiap yang membutuhkan adanya CSI ini harusnya
mempunyai tim sebagai penyedia layanan yang dapat diberdayakan untuk mengawal
kegiatan tersebut. Tim tersebut harus direncanakan dan dijadwalkan secara
berkelanjutan. Hasil dari CSI ini sendiri harus tetap ditinjau secara
berkelanjutan untuk memverifikasi kelengkapan, fungsi, dan kelayanan guna
memastikan bahwa hal tersebut masih tetap relevan dan tidak menjadi kadaluarsa
sehingga tidak bisa digunakan.
Komentar
Posting Komentar