DIKSI


1.     Pengertian Diksi
Diksi adalah pilihan kata yang paling tepat ataupun selaras pada penggunaannya guna mengungkapkan gagasan agar mendapat efek tertentu seperti yang diharapkan. Pengertian diksi adalah pilihan kata pembicara ataupun penulis ketika menggambarkan cerita yang telah dibuatnya.
Selain diartikan dengan pilihan kata, diksi adalah suatu pernyataan yang dipakai untuk mengungkapkan gagasan atau mengungkapkan sebuah cerita yang membahas gaya bahasa, mengungkapkan gagasan maupun lainnya. Sehingga dengan adanya diksi, setiap kata bisa dibaca dan juga dipahami oleh pembaca dan pendengar.

2.     Syarat - Syarat Diksi
Agar cerita yang dihasilkan lebih menarik, maka diksi atau pilihan kata yang baik juga harus memenuhi beberapa syarat berikut ini:
ü  Ketepatan pemilihan kata ketika menyampaikan suatu gagasan.
ü  Pengarang juga harus mempunyai kemampuan untuk membedakan dengan tepat makna berdasarkan gagasan yang hendak disampaikan. Serta memiliki kemampuan untuk menemukan bentuk yang pas dengan situasi serta nilai rasa para pembacanya.
ü  Dapat menguasai berbagai kosakata serta mampu memanfaatkan kata menjadi suatu kalimat yang jelas, mudah dimengerti dan lebih efektif.





3.     Ciri - Ciri Diksi
Diksi juga memiliki ciri - ciri sebagai berikut ini:
ü  Tepat pada pemilihan kata guna mengungkap gagasan ataupun hal yang diamanatkan.
ü  Bisa digunakan untuk membedakan nuansa makna dengan bentuk yang sesuai terhadap gagasan dan situasi maupun nilai rasa pembacanya.
ü  Memakai pembendaharaan kata yang dipunya oleh masyarakat bahasanya serta bisa menggerakan atau memberdayakan kekayaan itu menjadi sebuah kata yang jelas.

4.     Fungsi Diksi
Dengan diksi maka suatu kata akan menjadi lebih jelas, kata tersebut akan terasa tepat dan sesuai dengan penggunaannya. Ketepatan dalam pemilihan kata bertujuan untuk tidak menimbulkan interpretasi yang berlainan antara penulis dengan para pembaca. Diksi juga berguna untuk memperindah kalimat. Selain itu pengarang atau penulis dapat membuat sebuah cerita menjadi lebih runtut, terutama dalam mendeskripsikan tokoh-tokoh cerita, lebih jelas mendeskripsikan latar, waktu, dll. Selain itu beberapa fungsi diksi yang lainnya seperti:
ü  Membuat pembaca memahami mengenai apa yang di sampaikan penulis.
ü  Membuat komunikasi menjadi lebih efektif dan juga efesien.
ü  Melambangkan ekspresi yang terdapat pada gagasan.
ü  Membentuk gagasan yang tepat.




5.     Manfaat Diksi
Manfaat dari diksi yaitu supaya pembaca/pendengar dapat membedakan secara baik terhadap kata-kata denotatif, konotatif, sinonim, antonim, dan juga kata yang hampir memiliki ejaan yang mirip. Bagi penulis sendiri diksi bermanfaat supaya dapat membedakan kata-kata yang di tulisnya sendiri, dan kata-kata yang dikutipnya dari orang terkenal.

6.     Jenis-Jenis Diksi

6.1  Jenis Diksi Berdasarkan Maknanya

a.       Makna Denotatif
Denotatif, yaitu menyetakan makna yang sebenarnya dari suatu kalimat atau kata. Atau disebut juga dengan makna yang apa adanya.
Contoh :
·         Rendi “kerja keras”, bekerja pagi sampai sore untuk menghidupi keluarganya.
·         Lutfi seorang yang “gemar membaca”, maka tidak heran jika dia pintar dan berpengetahuan luas.

b.      Makna Konotatif
Konotatif, yaitu menyatakan makna yang mempunyai arti bukan yang sebenarnya dari suatu kalimat atau kata.
Contoh:
·         Rendi “banting tulang”, bekerja pagi sampai sore untuk menghidupi keluarganya. (kata “banting tulang” diartikan sebagai kerja keras).

6.2  Jenis Diksi Berdasarkan Leksikal

a.       Sinonim, yaitu kata yang mempunyai makna sama.
Contoh :
Bahagia – Senang                         Lezat – Enak
Matahari – Mentari                       Sedih – Murung
Cantik – Elok                                Pintar – Pandai
dan lain-lain.

b.       Antonim, yaitu kata yang memiliki makna yang berlawanan.
Contoh :
Naik – Turun                           Banyak – Sedikit
Besar – Kecil                           Tinggi – Pendek
Cepat – Lambat                       Gelap – Terang
dan lain-lain.

c.      Homonim, yaitu kata yang maknanya berbeda, tapi lafal atau ejaannya sama.
Contoh:
ü  Pada awal Bulan, ayah selalu menerima upah kerja.
ü  Bulan purnama saat ini terlihat sangat jelas karena langit tidak berawan.
Dapat di lihat pada kata “Bulan”, pada kalimat pertama dan kedua kata tersebut memiliki lafal dan ejaan yang sama tapi memiliki makna yang berbeda. Jika pada kalimat pertama menunjukan tanggal, sedangkan pada kalimat kedua menunjukan bulan di langit.


d.      Homofon, yaitu kata yang makna dan ejaan berbeda, tapi dengan lafal yang sama.
Contoh:
ü  Agus rajin menabung di Bank.
ü  Bang Andi, merupakan saudara Agus.
Dapat di lihat dari kedua kalimat tersebut bahwa kata “Bank” dan “Bang”, memiliki lafal yang sama tapi ejaan dan maknanya berbeda. Pada kalimat pertama menunjukan tempat, sedangkan pada kalimat kedua menunjukan arti saudara.

e.       Homograf, yaitu Kata yang makna dan lafalnya berbeda, tapi ejaannya sama.
Contoh:
ü  Rizki sedang makan Tahu goreng di warung.
ü  Rizki tidak Tahu bahwa hari ini hari sabtu.
Dapat di lihat dari kedua kalimat tersebut terdapat kata “Tahu” yang memiliki ejaannya sama. Kalimat yang pertama merupakan makanan, dan kalimat kedua menunjukan lupa akan hari.
ü  Rizki memiliki mental yang kuat saat menghadapi permasalahan hidup.
ü  Handphone rizki terjatuh dan langsung mental ke lantai.
Dapat di lihat dari kedua kalimat tersebut terdapat kata “mental”, kalimat yang pertama merupakan watak, dan kalimat kedua menunjukan memantul ke lantai.




f.        Polisemi, yaitu kata yang mempunyai banyak pengertian.
Contoh:
ü  Jika menabung di bank, maka akan mendapatkan Bunga.
ü  Dia adalah bunga desa tercantik.
ü  Bunga sakura merupakan bunga yang indah.
Dapat di lihat pada kalimat pertama kata “bunga” merupakan keuntungan jika menabung di bank, lalu pada kalimat ke dua merupakan perempuan paling cantik, dan pada kalimat ketiga merupakan bunga pada tanaman. Jadi kata Bunga di sini memiliki banyak sekali pengertian.

g.      Hipernim dan Hiponim.
Hipernim, yaitu kata yang mewakili banyak kata lain. Jadi suatu kata hipernim dapat menjadi kata umum dari penyebutan kata-kata lainnya. Sedangkan Hiponim, yaitu kata yang terwakili artinya oleh suatu kata hipernim.
Contoh :
ü  Di hutan banyak hidup berbagai macam binatang liar, misalnya seperti harimau, srigala, macan tutul, rusa, kera, dll.
Kata Hipernim             : Binatang liar.
Kata Hiponim              : harimau, srigala, macan tutul, rusa, kera, dll.
ü  Jika mengunjungi akuarium raksasa, maka banyak sekali Jenis Ikan yang dapat kamu lihat seperti ikan pari, hiu, lumba-lumba, dll.
Kata Hipernim             : Jenis Ikan.
Kata Hiponim              : Ikan pari, hiu, lumba - lumba, dll.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANIMASI AIR MENGALIR 3D MENGGUNAKAN BLENDER

CONTINUAL SERVICE IMPROVEMENT

Pemanfaatan Animasi